diposkan pada : 15-03-2020 21:42:23 Cegah Wabah Corona RSUD Wates Larang Pembesuk dan Batasi Pasien

Larangan menjenguk pasien di Rumah Sakit Wates, Kulon Progo, menyebar di banyak media sosial. Menurut informasi, larangan itu diperkenalkan untuk melindungi kesehatan masyarakat dalam konteks pandemi Covid-19 saat ini yang disebabkan oleh coronavirus SARS-CoV-2. Direktur RSUD Wates Lies Indriyati membenarkan hal ini dengan meluncurkan Harianjogja.com dan Suara.com.

Meskipun sampai saat ini, tes positif di Rumah Sakit Wates di COVID-19 belum ditunjukkan, langkah-langkah pencegahan seperti itu diperlukan. "Ya, itu benar. Untuk menjaga kesehatan masyarakat. Belum ada penobatan di Rumah Sakit Wates, tetapi kita tidak tahu itu telah berkembang seperti ini, jadi kita akan menjaganya. Beberapa rumah sakit lain telah melakukannya," kata Lies, Mingggu (15/3/2020) ). Selain larangan pengunjung, Rumah Sakit Regional Wates juga membatasi pengasuh pasien. Satu pasien hanya bisa menunggu satu atau dua orang berturut-turut. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada hari Minggu ini. Lies menjelaskan bahwa ini adalah tindakan pencegahan karena koridor rumah sakit sering penuh dengan pengunjung dan penjaga keluarga.

Publik waspada dengan kecepatan transfer, terutama sekarang karena Solo Corona KLB telah ditetapkan. "Situasinya sekarang di aula rumah sakit, transfernya tinggi. Jika salah satu dari kami telah mengenai, kami tidak mengerti. Karena Solo telah mengenai, ini sangat cepat untuk juga melindungi masyarakat," katanya. Rumah sakit juga telah membentuk tim perawatan COVID-19. Albertus Sunuwata Triprasetya, juru bicara COVID-19 di Rumah Sakit Wates, menjelaskan bahwa rumah sakit akan siap jika suatu hari akan menerima pasien dengan keluhan yang mengarah ke coronavirus.

"Sekarang kita memilikinya. Kami juga telah menyiapkan dua ruang isolasi, kami berencana untuk memiliki enam," kata Sunu. Otoritas Rumah Sakit Kota Wates juga menyarankan untuk menambahkan peralatan pelindung pribadi lainnya, seperti kacamata dan pakaian sekali pakai, ke Kantor Kesehatan DIY.

Menurutnya, Rumah Sakit Regional Wates sekarang tidak merawat pasien dengan gejala yang mengarah pada korona. Sebelumnya, Rumah Sakit Regional Wates telah merawat pasien yang sedang diamati (PDP) yang kemudian dikirim ke Rumah Sakit Dr. Sardjito beberapa waktu lalu dan mengirim satu orang ke rumah untuk observasi (ODP).